TAS ASIK (PUSKESMAS SPISPIS)

Administrator 27 Desember 2018 08:53:28 WIB

I. PENDAHULUAN

Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan keserasian antara perkembangan fisik dan perkembangan mental. Tingkat keadaan gizi normal tercapai bila kebutuhan zat gizi optimal terpenuhi. Tingkat gizi seseorang dalam suatu masa bukan saja ditentukan oleh konsumsi zat gizi pada masa lampau, bahkan jauh sebelum masa itu (Budiyanto, 2002).

Masalah ASI dapat diartikan sebagai makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan zat gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. ASI pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum) sangat baik untuk kesehatan karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit (Depkes RI, 2005). ASI berfungsi memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Dianjurkan setiap ibu hanya memberikan ASI (eksklusif) sampai bayi berumur 6 bulan (Rosita, 2008).

Kebutuhan bayi akan zat gizi sangat tinggi untuk mempertahankan kehidupannya. Kebutuhan tersebut dapat tercukupi dengan memberikan Air susu Ibu (ASI) kepada bayi. ASI merupakan makanan yang ideal untuk bayi, sebab ASI mengandung semua zat gizi untuk membangun dan menyediakan energi dalam susunan yang diperlukan (Pudjiadi, 2000). Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan perkembangannya.

ASI memberikan semua energi dan gizi (nutrisi) yang dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan pertama setelah kelahirannya. Pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi tingkat kematian bayi yang dikarenakan berbagai penyakit yang 2 menimpanya serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran (Prasetyono, 2009).

II. Latar Belakang

UPT Puskesmas Sipispis Rawat Inap Sipispis memiliki 20 desa dan 113 dusun dengan iklim tropis serta berada di ke tinggian 7 s/d 20 m di atas permukaan laut dengan kelembaban sekitar 84%, di tingkat perencanaan UPT Puskesmas Sipispis derajad kesehatan yang optimal akan di lihat dari unsure kualitas hidup, unsur-unsur mortaltas dan yang mempengaruhinya, yaitu morbiditas dan status gizi. Jumlah bayi dan balita yang ada di daerah UPT Puskesmas Rawat Inap Sipispis sebanyak 3515 di tahun 2017 ,sedangkan Angka bayi lahir hidup di tahun 2017 sebanyak 661 bayi .

Di UPT Puskesmas Rawat Inap Sipispis bayi yang baru lahir rata-rata dilakukan IMD dan di berikan pemahaman tentang Asi Ekslusif kepada setiap bayi yang melahirkan di Puskesmas. Rendahnya pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat mengenai pentingnya ASI bagi bayi mengakibatkan program pemberian ASI eksklusif tidak berlangsung secara optimal. Rendahnya tingkat pemahaman tentang pemberian ASI eksklusif dikarenakan kurangnya informasi atau pengetahuan yang dimiliki oleh para ibu mengenai segala nilai plus nutrisi dan manfaat yang terkandung dalam ASI. Seorang ibu yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi kemungkinan pengetahuan dan wawasannya pun akan semakin luas, termasuk juga pengetahuan dan wawasan dalam masalah pemenuhan gizi yang baik bagi bayi atau balitanya (Prasetyono, 2009).

Data cakupan ASI Ekskusif bayi usia 0-6 bulan di UPT puskesmas rawat inap sipispis sebesar 2 % di tahun 2017 sedangkan target di tahun 2017 sebesar 44%. Masih banyaknya ibu yang kurang memiliki kesadaran untuk memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya sehingga di awal Tahun 2018 petugas melakukan Penyuluhan ASI Eksklusif hasil evaluasi di Trisemester 3 cakupan asi Eklusif juga masih rendah yaitu 3 % masih belum mencapai target sampai bulan September 35.255 %, maka petugas gizi mengadakan kegiatan inovasi untuk meningkatkan ASI Ekslusif di tahun 2019 yaitu TAS ASIK (Komunitas ASI Eksklusif) dengan harapan capaian Asi Eksklusif di tahun 2019 mencapai.

Tas Asik adalah salah satu program inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan ASI Ekslusif di masyarakat, Tas Asik merupakan akronim dari Komunitas AssSI Eksklusif yang akan di bentuk di masyarakat sehingga menumbuhkan tren ASI Eksklusif di masayarakat di tahun 2019.

III.  TUJUAN

a. Tujuan Umum

Meningkatkan cakupan ASI Ekslusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Sipispis

b. Tujuan Khusus

a) Meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Ekslusif bagi bayi dan balita

b) Memberikan motivasi   bagi ibu tentang pentingnya ASI Ekslusif bagi bayi dan balita

c) Menumbuhkan rasa percaya diri ibu untuk menyusui secara Ekslusif

d) Menjadikan ASI Ekslusif sebagai treen (megikuti zaman) yang harus di ikuti oleh masyarakat

IV. CARA MELAKSANAKAN KEGITAN DAN SASARAN

a. Gambaran kegiatan

Komunitas Asi eksklusif dibentuk dengan tujuan meningkatkan cakupan Asi eklsklusif di setiap desa yang di ketuai oleh kader/ibu PKK yang sudah dilatih tentang Asi Eksklusif oleh tenaga kesehatan. Kegiatan dari komunitas ini berupa perkumpulan ibu hamil dan ibu Menyesui untuk saling berkonsultasi tentang kendala-kendala yang dialami pada saat menyusui yang didampingi oleh tenaga kesehatan, komunitas ini juga dijadikan sebagai wadah tempat bertukar pikiran atau pengalaman pada saat menyusui dan juga memotivasi ibu hamil yang akan melahirkan agar tetap menyusui secara eksklusif. Serta dengan adanya komunitas ini juga dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan bakat dan kreatifitas peserta melalui kegiatan prakarya di sela-sela kegiatan konsultasi ASI Eksklusif yang diharapkan dapat didukung oleh ibu PKK setempat. Kegiatan ini juga melibatkan peran dari lintas sektor agar mengapresiasi desa yang kegiatannya berjalan lancar. Adapun pada akhir tahun akan diselenggarakan perlombaan desa ASI Eksklusif sebagai bentuk apresiasi bagi komunitas yang sudah ikut berpartisipasi, pada saat dilombakan juga akan diadakan Kegiatan Kampanye ASI Eksklusif bagi masing-masing desa yang akan dinilai oleh tenaga kesehatan dan lintas sektor.

b. Rincian kegiatan

a. Ketua komunitas (kader/ibu PKK) mencatat seluruh ibu hamil dan ibu menyusui agar diikut sertakan dalam komunitas

b. Katua membuat group di sosial media (WA, FB dll)

c. Perkumpulan komunitas dilakukan setiap sebulan sekali

d. Perkumpulan komunitas akan didampigi oleh tenaga kesehatan

e. Perlombaan ASI Eksklusif diadakan di akhir tahun

f. Kampanye ASI Eksklusif diadakan di akhir tahun

c. Pelaksana

a) Petugas Gizi

b) Bidan Desa

c) Kader/ibu PKK

d. Sasaran

a) Ibu hamil

b) Ibu menyusui

e. Waktu

    Mulai Januari - Desember 2019

f. Tempat

a) Perkumpulan : di posyandu/ rumah warga yang disepakiti oleh peserta komunitas

b) Perlombaan : UPT Puskesmas Rawat Inap Sipispis

c) Kampanye : UPT Puskesmas Rawat Inap Sipispis

V. JADWAL KENGIATAN KEGIATAN WAKTU PELAKSANAAN

Pembentukan Komunitas Januari 2019 Perkumpulan Komunitas Setiap Bulan sekali Evaluasi Setiap 3 bulan sekali Kampanye ASI Eklusif Desember 2019 Perlombaan ASI Eksklusif Desember 2019

VI. EVALUASI PELAKSANAKAN KENGIATAN DAN PELAPORAN

a. Evaluasi pelaporan yang dilakukan oleh ketua komunitas (kader/ibu PKK) dilakukan setiap sebulan sekali

b. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan setiap 3 bulan sekali oleh penanggung jawab program dengan cara melihat laporan yang dibuat oleh kader dan menjumlahkan bayi yang menyusui secara ASI Ekslusif

VII. PENCACATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

a. Hasil pelaksanaan didokumentasikan dan disimpan oleh penanggung jawab program kemudian disusun dalam sebuah laporan. b. Dari hasil pelaksanaan evaluasi akan di buatkan RTL pelaksanaan inovasi berdasarkan hasil monev. Sipispis, 1 Desember 2018

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 


Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Portal Layanan Warga


Hubungi Puskesmas/Bidan di wilayah Anda untuk mendapatkan kode PIN.
Masukan NIK dan PIN

Sinergi Program


Dinkes Serdang Bedagai