Informasi

Pemkab Sergai Gelar Rapat Persiapan Review Aksi Stunting

Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemum Kesra) Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si, hadir dalam rapat percepatan penanggulangan stunting yang dilaksanakan di Ruang Kerjanya, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (20/12/2021).

Dalam sambutannya, Bupati melalui Asisten Pemum Kesra menyampaikan jika agenda utama rapat kali ini adalah untuk me-review Delapan Aksi Konvergensi tahun 2021 sebelum besok (21/12/2021) akan dilaksanakan rapat review aksi stunting yang akan dihadiri langsung oleh Tim Tenaga Ahli Pendamping Stunting Regional 1 Medan.

“Rapat ini dilaksanakan untuk mempersiapkan bahan atau materi rapat yang akan disampaikan besok sehingga siap sedia disampaikan dan didiskusikan,” ucap Nina Deliana.

Ia melanjutkan, stunting merupakan sinyal bahwa ada masalah dalam manajamen penyelenggaraan pelayanan dasar, sehingga pelayanan untuk mencegah dan menurunkan prevalensi stunting belum tersedia dalam skala dan kualitas yang memadai serta tidak sampai secara lengkap pada kelompok sasaran prioritas, yaitu ibu hamil dan anak-anak usia di bawah dua tahun,” katanya.

Dia melanjutkan, ada delapan aksi konvergensi atau instrumen dalam bentuk kegiatan pemerintah kabupaten/kota untuk memperbaiki manajemen penyelenggaraan pelayanan dasar agar lebih terpadu dan tepat sasaran.

“Kedelapan aksi tersebut adalah analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan Bupati/Wali Kota tentang peran desa, pembinanaan Kader Pembangunan Manusia (KPM), Sistem Manajemen Data, Pengukuran dan publikasi stunting, dan terakhir review kinerja tahunan,” ucapnya.

Ia melanjutkan, review tahunan akan dilaksanakan terhadap kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terkahir.

“Review akan dilakukan dengan 3 tahap yaitu, pertama membandingkan antara rencana dan realisasi dalam hal penyerapan anggaran, capaian output (target kinerja), kerangka waktu penyelesaian. Kedua mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pencapaian target kinerja output dan terakhir merumuskan tindak lanjut agar target kinerja dapat dicapai pada tahun berikutnya,” jelas Nina lagi.

Masih lanjutnya, ada 3 tujuan dilaksanakan review aksi stunting ini. Rincinya, pertama adalah untuk mendapatkan informasi tentang capaian kinerja program dan kegiatan pencegahan dan penurunan stunting. Kedua mendapatkan informasi tentang kemajuan pelaksanaan rencana kegiatan pencegahan dan penurunan stunting yang telah disepakati pada Rembuk Stunting. Dan terakhir, mengidentifikasi pembelajaran dan merumuskan masukan perbaikan sebagai umpan balik untuk perencanaan dan penganggaran program/kegiatan prioritas, penetapan lokasi fokus, serta desain dan upaya perbaikan penyampaian layanan pada tahun berikutnya.

Ia melanjutkan, review stunting akan menghasilkan 6 output yang diharapkan yaitu yang pertama kinerja program/kegiatan pencegahan dan penurunan stunting dalam hal realisasi output (target kinerja cakupan intervensi gizi spesifik dan sensitif). Kedua, realisasi rencana kegiatan pencegahan dan penurunan stunting. Realisasi anggaran program/kegiatan pencegahan dan penurunan stunting. Ketiga realisasi anggaran program/kegiatan pencegahan dan penurunan stunting.

“Keempat, faktor-faktor penghambat pencapaian kinerja dan identifikasi alternatif  solusi. Kelima, perkembangan capaian outcome (prevalensi stunting) dan terakhir rekomendasi perbaikan, berupa efektivitas kegiatan yang berperan dalam pencegahan dan penurunan stunting,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini ikut hadir Asisten Ekbangsos Drs. Nazrul Aziz Siregar, Asisten Administrasi Umum Ir. Kaharuddin, MM, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes, serta para Kepala dan perwakilan OPD Terkait.

What's your reaction?

Happy
0
In Love
0
Not Sure
0

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published.